Mahasiswa Teknik Informatika Unila Pimpin Terobosan AI Medis, Tembus Pendanaan Nasional Kemdiktisaintek
BANDAR LAMPUNG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di tingkat nasional. Muhammad Robbani Narsam, mahasiswa program studi Teknik Informatika angkatan 2023, berhasil memimpin tim lintas disiplin ilmu untuk meraih pendanaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa Skema Karsa Cipta (PKM-KC).
Di bawah komandonya, tim ini menghadirkan inovasi mutakhir perpaduan teknologi komputasi tingkat tinggi dan ilmu medis bertajuk “MYOPHIM: SISTEM SKRINING DINI KOMPLIKASI MATA DAN RISIKO VASKULAR PADA PENYAKIT METABOLIK MELALUI CITRA FUNDUS MATA BERBASIS AI”.
Karya inovatif ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa informatika Unila dalam menciptakan teknologi terapan yang memberikan solusi langsung atas tantangan krusial di dunia kesehatan modern, yakni deteksi komplikasi penyakit metabolik secara akurat, mandiri, dan terjangkau.
Jawaban Cerdas dari Anak TI untuk Keterbatasan Fasilitas Kesehatan
Prevalensi sindrom metabolik di Indonesia semakin mengkhawatirkan dan berisiko tinggi memicu komplikasi fatal seperti retinopati diabetik dan serangan kardiovaskular. Sayangnya, Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat pertama sering kali kesulitan melakukan deteksi dini akibat terbatasnya instrumen yang objektif.
Melihat celah ini, Muhammad Robbani Narsam bersama tim menginisiasi MYOPHIM, sebuah sistem perangkat keras dan lunak yang dirancang sebagai instrumen skrining non-invasif. Keunggulan inovasi ini terletak pada penerapan Kecerdasan Buatan (AI) mutakhir dan teknologi edge computing untuk menganalisis citra fundus retina mata penderita.
“Sistem ini dirancang untuk memprediksi derajat komplikasi mata dan risiko vaskular secara otomatis dan real-time,” Jelas Robbani. Namun, terobosan paling vital dari kacamata informatika adalah: sistem ini didesain agar tidak bergantung pada koneksi internet, memastikan alat ini dapat beroperasi prima di puskesmas pelosok sekalipun.
Apresiasi Dosen Pembimbing: Hilirisasi Riset Berbasis AI dan IoT
Pengembangan sistem cerdas terintegrasi ini mendapat sorotan dan apresiasi khusus dari dosen pembimbing tim, Dr. Ir. M. Komarudin, S.T., M.T. Beliau menegaskan bahwa pendekatan komputasi pada MYOPHIM sangat relevan dengan kebutuhan infrastruktur di lapangan.
“Keberhasilan tim ini membuktikan bahwa mahasiswa kita mampu menerjemahkan kompleksitas algoritma AI dan edge computing menjadi alat berdaya guna tinggi bagi masyarakat. Sistem cerdas yang tidak bergantung pada koneksi internet ini adalah solusi yang sangat strategis untuk mengatasi ketimpangan infrastruktur kesehatan di daerah,” ujar Dr. Komarudin.
Beliau juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas keilmuan yang terjalin dalam tim ini. “Sinergi antara mahasiswa Teknik Informatika dan Kedokteran ini sangat krusial. Harapannya, purwarupa MYOPHIM tidak hanya berhenti sebagai laporan akademis, tetapi benar-benar bisa dihilirisasi untuk mendukung kemandirian teknologi kesehatan nasional secara nyata,” tambahnya.
Visi Kemandirian Teknologi dan Kolaborasi Lintas Ilmu
Proyek pengembangan MYOPHIM ini memang mengemban visi besar untuk menghadirkan solusi deteksi dini yang ekonomis dan dapat diakses seluas-luasnya, tanpa harus membebani sistem rujukan ke rumah sakit besar di awal pemeriksaan.
Menyadari pentingnya keakuratan medis dalam sistem yang dibangunnya, Robbani menggandeng talenta-talenta terbaik dari Fakultas Kedokteran (Pendidikan Dokter) Unila. Berikut adalah susunan tim tangguh pengembang MYOPHIM:
| Posisi | Nama Anggota | NPM | Program Studi |
| Ketua | Muhammad Robbani Narsam | 2315061029 | Teknik Informatika |
| Anggota | Steven Nataniel Kasim | 2415061093 | Teknik Informatika |
| Anggota | Arianti Kartika Dewi | 2315061047 | Teknik Informatika |
| Anggota | Muhammad Zaqi Nurrahman Hermawan | 2418011061 | Pendidikan Dokter |
| Anggota | Retnandita Salva Restuanisa | 2318011004 | Pendidikan Dokter |
Melalui dukungan dana PKM-KC ini, tim akan mengeksekusi sejumlah target luaran utama, meliputi penciptaan Prototipe MYOPHIM yang siap uji, penyusunan laporan akademis komprehensif, serta kampanye edukasi kesehatan digital melalui berbagai platform media sosial.
Prestasi ini mengukuhkan posisi mahasiswa Teknik Informatika Unila bukan sekadar sebagai programmer, melainkan sebagai problem solver yang tanggap berkolaborasi menciptakan teknologi tepat guna bagi kemajuan bangsa.


