Sunday, July 12, 2026
Fokus IFInfo InformatikaKemahasiswaan

Inovasi “SIGERION”: Tim Mahasiswa Lintas Fakultas Lolos PKM Nasional dengan Gagasan Dermaga Terapung Cerdas dan Tangguh Bencana di Pelabuhan Bakauheni

BANDAR LAMPUNG — Sebuah prestasi membanggakan kembali ditorehkan di tingkat nasional. Dipimpin oleh mahasiswa Teknik Informatika Universitas Lampung (Unila), sebuah tim kolaborasi lintas fakultas berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nasional. Tim ini mengusung inovasi infrastruktur maritim adaptif yang sarat akan nilai budaya lokal.

Di bawah bimbingan dosen M Ifan Saputra, S.T., M.T., tim ini menggagas proposal visioner berjudul “SIGERION: SISTEM DERMAGA TERAPUNG MODULAR BERBASIS BLOCKCHAIN DAN NENGAH NYAPPUR SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN LOGISTIK DAN MITIGASI ERUPSI PELABUHAN BAKAUHENI 2045”.

Latar Belakang Inovasi: Mengatasi Kemacetan dan Ancaman Bencana

Gagasan Sigerion lahir dari keresahan terhadap dua permasalahan utama di Pelabuhan Bakauheni: penumpukan kendaraan logistik lintas Jawa–Sumatera dan kerentanan infrastruktur terhadap bencana. Kapasitas pelabuhan darat yang ada saat ini kerap tidak sebanding dengan volume kendaraan, memicu kemacetan panjang yang berdampak pada kerugian ekonomi dan terganggunya distribusi nasional.

Di sisi lain, lokasi pelabuhan yang berada di kawasan rawan tsunami serta letaknya yang berdekatan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau menuntut adanya infrastruktur pelabuhan yang lebih tangguh dan tidak konvensional.

Sigerion: Infrastruktur Adaptif Berbasis Teknologi Terkini

Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa ini merancang Sigerion, sebuah konsep ocean-based adaptive infrastructure berupa dermaga terapung modular. Sigerion memadukan teknologi mutakhir, di antaranya:

  • Integrasi AI, IoT, dan Private Blockchain: Teknologi ini dirancang untuk mengatur antrean kendaraan secara otomatis, transparan, dan sangat efisien.
  • Floating Buffer (Kawasan Penyangga Terapung): Kendaraan logistik akan diarahkan ke area penyangga di atas laut, secara drastis mengurangi kepadatan dan antrean di daratan pelabuhan.
  • Sistem Evakuasi Mandiri: Jika sistem mendeteksi potensi tsunami atau erupsi, dermaga ini dirancang mampu melakukan evakuasi otomatis menuju perairan laut dalam untuk melindungi infrastruktur dan muatan logistik.

Keberlanjutan Lingkungan dan Nilai Budaya “Nengah Nyappur”

Tidak hanya berorientasi pada teknologi dan efisiensi, Sigerion juga menonjolkan komitmen pada pelestarian lingkungan hidup dan kearifan lokal. Desain pelabuhan ini ditenagai oleh energi terbarukan (panel surya dan turbin angin) serta menggunakan inovasi biofilter kerang hijau guna menjaga kualitas air laut di sekitar pelabuhan.

Lebih istimewa lagi, seluruh sistem ini dijiwai oleh filosofi budaya masyarakat Lampung, “Nengah Nyappur”, yang bermakna keterbukaan, kemampuan bergaul, dan daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai perubahan kondisi.

Harapan dan Output di Masa Depan

Output utama dari gagasan ini adalah terciptanya sebuah rancangan blueprint sistem dermaga terapung modular yang komprehensif. Inovasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi logistik nasional, mengurai antrean kendaraan, sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana maritim. Sigerion diharapkan dapat menjadi cetak biru pelabuhan masa depan yang cerdas, tangguh bencana, dan ramah lingkungan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Susunan Tim Penggagas Sigerion:

Dosen Pembimbing:

  • M Ifan Saputra, S.T., M.T.

Ketua Tim:

  • Farrel Akbar Deazeva (Teknik Informatika – Fakultas Teknik Unila)

Anggota Tim:

  1. Azareel Cristian Caesar Ginting (Ilmu Administrasi Bisnis – FISIP Unila)
  2. Hadyan Fikri Zaltha (Ilmu Administrasi Bisnis – FISIP Unila)
  3. Efata Riah Triulina Br Ginting (Teknik Elektro – Fakultas Teknik Unila)
  4. Haura Zhafira Ristiyanti (Ilmu Administrasi Bisnis – FISIP Unila)

Melalui pencapaian di ajang PKM Nasional ini, tim berharap konsep Sigerion bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik akademisi, pemerintah, maupun pemangku kepentingan di sektor maritim dan logistik, untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *