Dari IoT hingga Maggot BSF, Inovasi Budidaya Jamur Tim Unila Tembus Hibah BIMA Kemdiktisaintek
Dari IoT hingga Maggot BSF, Inovasi Budidaya Jamur Tim Unila Tembus Hibah BIMA Kemdiktisaintek

BANDAR LAMPUNG – Tim pengabdian Universitas Lampung berhasil memperoleh pendanaan melalui Hibah BIMA Kemdiktisaintek dengan mengusung program berjudul “Transformasi Budidaya Jamur Berbasis IoT dan Biokonversi Limbah Log Jamur melalui Maggot BSF sebagai Model Circular Economy pada Kelompok Wanita Tani Pangan Lestari Pringsewu.”
Program ini berfokus pada penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu proses monitoring suhu, kelembaban, dan kondisi lingkungan kumbung jamur secara lebih efektif. Selain itu, kegiatan ini juga mengembangkan pemanfaatan limbah log jamur melalui biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai bagian dari model circular economy.
Melalui program ini, Kelompok Wanita Tani Pangan Lestari Pringsewu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas budidaya jamur sekaligus mengelola limbah secara lebih bernilai. Penerapan IoT memungkinkan proses pemantauan kumbung dilakukan secara real-time, sedangkan biokonversi maggot BSF menjadi solusi pengolahan limbah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan kolaborasi lintas bidang, mulai dari agribisnis, teknik informatika, hingga peternakan. Tim pelaksana akan memberikan pelatihan budidaya jamur berbasis Good Agricultural Practices (GAP), literasi digital, pengenalan IoT, serta pengelolaan limbah log jamur melalui budidaya maggot BSF.
Adapun tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari:
Anggota Pelaksana:
Rabiatul Adawiyah – Agribisnis, Universitas Lampung
Rizkima Akbar Setiawan – Teknik Informatika, Universitas Lampung
Personil Anggota Mahasiswa:
Elthon Jhon Kevin – Teknik Informatika, Universitas Lampung
Daffa Fauzan Kamilo – Peternakan, Universitas Lampung
Bagas Pangestu – Teknik Informatika, Universitas Lampung
Dalam kegiatan ini, mahasiswa turut berperan aktif dalam pengembangan sistem dan pendampingan lapangan. Tim mahasiswa Teknik Informatika membantu pengembangan antarmuka monitoring, integrasi data sensor secara real-time, pemrograman Raspberry Pi, pengaturan komunikasi MQTT, serta pemasangan perangkat IoT di lokasi budidaya. Sementara itu, mahasiswa Peternakan berperan dalam persiapan pelatihan budidaya jamur dan pengelolaan limbah log jamur melalui maggot BSF.
Melalui keberhasilan memperoleh Hibah BIMA Kemdiktisaintek ini, program pengabdian tersebut diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Integrasi budidaya jamur berbasis IoT dan biokonversi limbah melalui maggot BSF menjadi langkah nyata dalam mendukung pertanian cerdas, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan kelompok wanita tani di daerah.

