low2

Seminar dan Workshop Besut Kode Universitas

Sabtu, 1 Oktober 2016, diadakan Seminar Besut Kode bertempat di  Auditorium Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam No. 26, Labuhan Ratu, Kedaton, Kota Bandar Lampung.  Acara ini diisi oleh narasumber  John Vandenberg dari Queensland University of Technology sebagai Mentor Google Summer of Code dan juga Hendy Irawan dari Institut Teknologi Bandung  yang merupakan Alumni Google Summer of Code 2015. Acara tersebut dilaksanakan selama 4 jam, dari pukul  10.00 WIB –  14.00 WIB.

besut_code

Acara dibuka dengan sambutan dari Wikipedia Indonesia, Siska Doviana. Dalam sambutannya,  Siska Doviana menyampaikan tentang perkembangan startup-startup dalam bidang teknologi informasi. Selanjutnya, beliau juga menjelaskan tentang Perkembangan Wikipedia di Indonesia.

Beliau menjelaskan bahwa para kontributor Wikipedia di Indonesia masih minim. Padahal  menurut data statistik, setiap artikel dari para kontributor Wikipedia Indonesia dibaca oleh kurang lebih 1,5 juta masyarakat Indonesia perhari.

Selanjutnya adalah penyampaian materi dari Mr. John Vandenberg . Dalam penyampaian materinya, beliau menjelaskan tentang komponen-komponen yang menyusun organisasi sumber terbuka Wikimedia. Lalu beliau menjelaskan tentang tahapan yang harus dilalui dalam kompetisi  besut kode. Beliau menjelaskan tahapan demi tahapan dengan terperinci  baik dalam tahapan Registrasi (pendaftaran kompetisi), Eliminasi (dimana setiap peserta yang lolos dalam tahap pertama akan dieliminasi pada Tahap eliminasi setiap 3 hari sekali), Mentoring dan GSOC (Google Summer Of Code) Application Review.

Selanjutnya Mr.John menjelaskan apa itu GitHub secara garis besar, bagaimana cara berkontribusi di GitHub, siapa saja “Top Contributor” Teratas yang berasal dari Indonesia, serta perangkat tambahan GitHub  (seperti SiteLeaf dan sebagainya.)

Selanjutnya penyampaian materi dari Hendy Irawan dari Alumni Google Summer of Code 2015, beliau menjelaskan banyak hal tentang pengalamannya dalam Google Summer of Code, “mengapa” harus mengikuti kompetisi Besut Kode, serta benefit yang didapatkan saat mengikuti Google Summer of Code. Lalu acara dilanjutkan dengan ISHOMA (Istirahat, Sholat, Makan)

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab, Hendy Irawan menuturkan hingga di babak eliminasi Besut Kode tidak dituntut untuk menggunakan bahasa pemrograman tertentu, yang terpenting adalah kemauan dan keseriusan.

Siska Doviana juga menyampaikan mentoring hanya sebuah sarana pembantu karena mentor program besut kode (Mr.John Vanderberg & Hendy Irawan) hanya bertugas mengevaluasi, untuk selanjutnya  para peserta kompetisi tetap harus belajar serius mengenai pemrograman secara otodidak dan setidaknya sudah memiliki kemampuan dasar tentang pemrograman.

Siska juga menuturkan dengan mengikuti Besut Kode, peserta bisa mendapatkan pengetahuan yang mungkin bisa didapat di luar bangku perkuliahan, dan project yang pernah dikerjakan di program besut kode nantinya dapat digunakan untuk bahan mengerjakan Tugas Akhir (Skripsi) perkuliahan. (Reksa/Takyuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *