Rektor Berharap Mahasiswa Asing Menjadi Duta Internasional Unila

(Unila) : Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., berharap para mahasiswa asing yang mengikuti program Darmasiswa bisa menjadi duta Unila di mata internasional. Demikian disampaikan rektor saat membuka acara Pentas Seni Mahasiswa Asing Universitas Lampung yang digelar di Lapangan Rektorat Unila, Kamis (19/6) siang.

Dalam acara yang dihadiri juga oleh beberapa dekan fakultas, kepala biro, kepala UPT dan unit lainnya di Unila ini, Rektor mengaku terkesan dan sangat mengapresiasi para mahasiswa asing yang berkenan belajar budaya Lampung di Unila, kemudian menampilkannya dalam kegiatan pentas seni tersebut. Bisa dilihat hasilnya, mereka bisa berbahasa Indonesia dalam sekejap, bahkan sekarang menguasai tarian tradisional Lampung.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, mereka semua mampu menjadi duta Unila dan memperkenalkan budaya kita di mata internasional. Dan mudah-mudahan Bahasa Indonesia juga demikian sehingga bisa menjadi bahasa internasional. Ini salah satu langkah kita untuk mencapai world class university,” ujar rektor yang dikenal sangat mencintai seni budaya ini.

Pentas seni yang digelar siang itu merupakan persembahan mahasiswa asing Unila yang tergabung dalam Program Darmasiswa RI Tahun 2014 di Unila. Mereka adalah Yuzu Okubo dari Nihon University, Jepang; Arana Ogawa dari Keio University, Jepang; Prak Sivorn dari Jachuk Asia Dev Institute, Kamboja; Lek Savy dari Cambodian University; Pov Sophea dari Cambodian University; Oh Ji Min dari Chousn University, Korea; Aleksandra Dudzinska dari Jagiellonian University, Polandia; dan Michael Valach dari Comevius University, Slovakia.

Tari Sigeh Penguten menjadi pembuka acara ini. Tari tradisional Lampung yang dimaksudkan sebagai penyambutan terhadap tamu dalam adat Lampung ini dibawakan oleh empat mahasiswi asing antara lain Yuzu Okubo, Arana Ogawa, Oh Ji Min, dan Lek Savy serta salah satu anggota UKM-BS Unila.

Setelah sambutan dari PR I Unila Prof. Dr. Hasiriadi Mat Akin dan Pembukaan oleh Rektor, mahasiswa memperkenalkan diri masing-masing dalam bahasa Indonesia. Tingkah mereka mengundang senyum dan tawa karena menyelipkan kata-kata bahasa daerah Lampung seperti “tabik pun”, “haga dipa”, “khadu mengan”, dan juga ungkapan “ora opo-opo” saat berdialog dengan pembawa acara.

Pertunjukan kebisaan mahasiswa asing dalam memainkan alat musik tradisional Gamolan Lampung serta Talo Balak menjadi suguhan selanjutnya. Aksi mereka disambut meriah dengan tepuk tangan penonton yang merupakan siswa serta guru beberapa sekolah di Lampung, tamu peneliti asing di Unila, karyawan dan mahasiswa Unila.

Beberapa acara selanjutnya ditampilkan sangat menarik pada event komunikasi budaya ini, seperti Sophea, dan Sivorn yang menyanyikan lagu-lagu folk Lampung diiringi petikan gitar klasik Lampung. Kemudian Aleksandra membaca puisi dalam Bahasa Indonesia, sedangkan Michael membacakan syair Lampung.

Penonton menyambut meriah ketika mahasiswa Jepang, Kamboja, dan Korea sudah berganti kostum tradisional negaranya yang serasi. Lagu “Bengawan Solo” dalam bahasa Kamboja mengalun merdu melalui suara Savy, Sophea, dan Sivorn. Giliran mahasiswa Jepang tidak mau ketinggalan, Arana dan Yuzu yang memakai baju Yukata menyanyikan lagu “Sakura” dan “Doraemon” dengan ceria.

Puncaknya ketika Jimin yang memakai baju tradisional korea Hanbok tampil anggun menyanyikan lagu “Onara” yang di Indonesia terkenal dari drama korea “Dae jang Geum”. Ditutup dengan menyanyikan lagu “Nobody Nobody but You” yang diikuti oleh semua mahasiswa asing dengan gayanya masing-masing.[] Inay/Dedi.

Sumber: http://www.unila.ac.id/rektor-berharap-mahasiswa-asing-menjadi-duta-internasional-unila/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *