Puskom Gelar Pelatihan Digital Repository bagi Karyawan Perpustakaan

(Unila) : Unit Pelaksana Teknis Pusat Komputer Universitas Lampung (UPT Puskom Unila) bekerjasama dengan UPT Perpustakaan menggelar pelatihan Digital Repository bagi para staf UPT Perpustakaan. Pelatihan dipandu langsung Gigih Forda Nama S.T., M.T.I., pengembang program tersebut . Kegiatan ini berlangsung di ruang tes Pusat Layanan Tes Universitas Lampung, Kamis (12/6).

Dalam penjelasannya Gigih menyampaikan, Digital Repository penting diadakan guna mendukung publikasi dan aksesibilitas terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Oleh karena itu diadakan pelatihan singkat yang sistemnya direncanakan reasmi dipakai pada pelaksanaan wisuda periode I, September mendatang.

Selama ini, sambung dia, mahasiswa Unila yang sudah menyelesaikan skripsi menyerahkan hardcopy sebagai bukti fisik di perpustakaan. Namun melalui sistem Digital Repository, mahasiswa tidak lagi diwajibkan mengumpulkan hardcopy melainkan cukup softcopy karya ilmiahnya secara diupload online. Dan ini sudah biasa dilakukan oleh beberapa universitas di Indonesia dan dunia.

“Dalam pelatihan singkat ini, kita akan mencoba mendigitalisasi seluruh konten karya ilmiah yang ada, setelah diunduh oleh mahasiswa,” ujarnya.

Tujuan penyelenggaraan Digital Repository, kata dia, selain mendokumentasikan dengan jelas seluruh karya ilmiah yang ada juga berkaitan dengan akreditasi suatu universitas. Yang salah satu komponen penilaiannya adalah publikasi dan aksesibilitas terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh perguruan tinggi melalui perpustakaan sebagai sarana diseminasi informasi dalam mendukung tri darma perguruan tinggi.

“Perpustakaan sebagai bahan penilaian terbesar dalam akreditasi suatu perguruan tinggi. Karena kelengkapan perpustakaan dinilai sebuah jantung atau cerminan dari suatu universitas,” ujar dosen jurusan Teknik Elekrro Unila ini.

Mekanismenya, urai Gigih, nantinya mahasiswa Unila yang sudah menyelesaikan skripsi datang ke perpustakaan untuk membuat surat pernyataan bebas pustaka. Jika selama ini mahasiswa harus membawa bukti fisik, maka yang akan datang diganti dalam bentuk softcopy/CD. Baru kemudian pihak perpustakaan akan menyatakan bebas pustaka dan memberikan login berikut password kepada mahasiswa tersebut.

Tugas reviewer adalah mengkroscek kelengkapan data yang sudah diunduh mahasiswa agar tidak seluruhnya diakses secara terbuka, kemudian di-publish. Dalam kurun waktu dua hari, hasil unduhan mahasiswa yang sudah diverifikasi dapat dilihat. Saat itu mahasiswa harus datang kembali ke perpustakaan untuk melakukan kontrol. Dan bila dinilai sudah lengkap maka reviewer berhak mencetak nomor registrasi wisuda mahasiswa yang bersangkutan.

Jika dalam satu periode wisuda memiliki kuota 1.100 mahasiswa maka dalam satu tahun minimal akan ada 4.400 record karya ilmiah yang diunduh. “Kita ingin membagi informasi sebesar-besarnya kepada khalayak. Nanti seluruh dokumen yang sudah diunduh akan bisa dibaca langsung secara online karena data sudah dalam bentuk digital. Mereka tidak perlu lagi datang ke perpustakaan,” paparnya.[] Inay

Sumber: http://www.unila.ac.id/17666/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *