Profil Mahasiswa PS Teknik Informatika Berprestasi Dengan IP 4.0, Fitri Pradina

Fitri Pradina, merupakan Mahasiswa PSTI berprestasi angkatan 2015 (NPM: 1515061003) dengan Dosen Pembimbing Akademik (PA) Ing. Hery Dian Septama, S.T., yang berhasil memperoleh Indeks Prestasi (IP) 4.0 pada semester ganjil 2018/2019 lalu. Berikut autobiografi Fitri.

Namaku Fitri Pradina, lahir di Tangerang 27 Juni 1997. Aku tidak menetap di Tanagerang, karena dahulu orangtua ku hanya bekerja disana, ketika aku berumur 2 tahun kami sekeluarga kembali ke Lampung. Ya, Papa dan Mama ku adalah asli Lampung. Kami sekeluarga bukan terlahir dari keluarga yang kaya raya, tapi aku bangga dengan Papa karena ia selalu berusaha dan tidak pernah menyerah untuk pekerjaan apapun. Karena aku anak pertama, jadi aku banyak menyaksikan perjuangan kedua orangtuaku.  Ibuku menjadi ibu rumah tangga sejak kami pindah ke Lampung dan fokus merawatku dan adiku. Adiku lahir saat aku duduk di Taman Kanak-Kanak, nama nya Ghalib, sekarang ia disibukkan dengan kegiatan ekskul olahraganya di sekolah.

Sejak SMP aku sudah belajar berjualan, bukan barang/jasa yang ku jual, tapi hanya sebuah tema untuk BlackBerry OS. Mungkin terdengar random tentang apa yang kujual, tapi ini lumayan menghasilkan untuk seorang anak berumur  13 tahun. Satu tema dihargai 5000 rupiah. Aku tidak cepat puas dengan apa yang aku dapat, aku ingin membuat tema dengan hasil karyaku sendiri. Aku pernah membaca suatu kalimat di internet “Jika aku makan kue yang enak, aku tidak akan puas hanya dengan menikmatinnya saja. Aku ingin tahu cara membuatny!”mungkin semangat itu yang ada didiriku dulu, aku belajar dari nol saat mencoba semuanya, mempelajari Photoshop dan  mempelajari cara menggunakan Blackberry Theme Studio yang pada saat itu untuk mengubah folder menjadi ZIP/RAR saja aku tidak tahu!. Bersyukur aku sangat ambisius jika ingin melakukan suatu hal hingga akhirnya aku bisa berjualan dengan hasil karyaku sendiri, bahkan aku memiliki pelanggan di Malaysia, ia membayar tema hasil buatanku melalui Western Union karena kami beda negara dan aku tidak memiliki rekening.

Lama kelamaan trend berjualan tema mulai hilang, karena sudah tergantikan dengan Android dan iOS. Aku beralih profesi, saat kelas 2 SMA aku menjadi admin toko online, entah bagaimana pemilik toko online tersebut bisa percaya kepadaku padahal ia berada di Yogyakarta dan aku di Lampung, bahkan kami hanya berkenalan melalui Instagram. Tetapi ada hikmah yang ku ambil dari pekerjaanku dulu, sejak saat itu aku belajar banyak hal tentang berjualan online, hingga saat aku mulai disibukkan dengan urusan kampusku , aku memutuskan berhenti dan aku memulai bisnisku sendiri. Aku merintis dari awal 2015 saat aku masih semester satu. Alhamdulillah apa yang ku kerjakan membuahkan hasil, sejak umur 19 tahun aku bisa membiayai hidupku sendiri dan memenuhi kebutuhanku dengan uangku sendiri. Senang rasanya tidak meminta uang pada orangtua ku lagi, setidaknya aku meringankan beban pengeluaran mereka.

Jika kalian belum tahu, aku kuliah di Teknik Informatika Universitas Lampung, banyak orang bilang tidak mudah kuliah di jurusan ini, mungkin itu memang benar. Apalagi aku harus membagi waktu untuk banyak hal. Biasanya dari pagi sampai sore aku habiskan waktuku di kampus untuk kuliah, disela sela jam makan siang aku mencuri  waktu sambil merekap orderan,  setelah kuliah selesai terkadang ada kegiatan organisasi. Malamnya aku mengerjakan tugas dan dilanjut dengan cek mutasi keuangan di internet banking-ku. Jika difikir fikir memang padat ya, tapi aku menikmati semua kewajiban dan pekerjaanku. Aku percaya kesuksesan tidak akan bisa di dapat dengan mudah.  “Difficult Road Bring You To Beautiful Destination”

Saat ini aku memiliki dua orang admin yang membantu penjualanku, sangat terbantu tetapi bukan berarti aku berleha-leha, ada hal hal yang tidak bisa di wakilkan ke orang lain. Niatku setelah lulus nanti adalah fokus mengembangkan bisnisku, dan mencoba sesuatu yang baru,  ini adalah tentang  passion. Jika ada sebagian orang yang berfikir untuk apa sekolah tinggi mempelajari tentang IT tapi kok malah jualan?

Jawabanku, pendidikan itu wajib dan tidak ada pendidikan yang sia sia. Aku bersyukur bisa berkuliah di kampus ini dan mempelajari tentang banyak hal. Menurutku menjadi pribadi yang berilmu itu sangat penting daripada egois menganggap dirinya hebat padahal tidak berilmu. Ya setidaknya dengan bekal dari perkuliahan ini, aku bisa membuat website penjualanku sendiri dan sistem informasi stok barang tanpa harus membayar jasa IT/Programmer lagi. Atau bahkan membuat aplikasi penjualan online di Android/ios, benar kan? Tidak ada ilmu yang sia sia.

Selain hobi berjualan aku juga suka dunia jurnalistik, saat kelas 2 SMA aku ikut lomba Journalist Competition, aku dipilih bukan karena aku sudah terkenal jago membuat naskah, tapi ya hanya aku yang mau. Ternyata aku senang melakukannya dan Alhamdulillah naskah ku di muat di Koran daerah. Tentunya aku mendapat royalty dari muatan berita tersebut walaupun tak seberapa tapi Papa dan Mama sangat senang ada nama ku di Koran pagi itu.

Aku juga pernah menjadi penyiar di salah satu radio ternama di kota ini, aku mengisi acara khusus anak SMA. Acaranya mulai jam 4 – 6 sore, jadi setelah sekolah selesai aku langsung ke radio untuk on-air sore harinya.

Semoga kisah yang aku tulis ini tidak membosankan untuk kalian.

 

“Work While They Sleep

Learn While They Party

Save While They Spend

AND LIFE LIKE THE DREAM”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *