Panitia Masih Temui Beberapa Kekurangan Dalam Naskah SBMPTN‏

(Unila) : Panitia lokal 27 Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Universitas Lampung (Panlok SBMPTN Unila) masih menemui beberapa kekurangan dalam naskah soal ujian tertulis yang digelar Selasa (17/6). Salah satunya, ditemukan tiga soal Tes Kemampuan Potensial Akademik (TKPA) dengan jumlah halaman yang tidak lengkap.

Ketidaklengkapan naskah soal diketahui berdasarkan laporan tiga peserta ujian tertulis sesaat usai soal tersebut dibagikan. Kepada pengawas mereka melaporkan, tidak menemukan beberapa nomor soal dalam naskah tersebut. Kekurangan lainnya, didapati cetakan soal yang bermasalah yakni pada pelaksanaan tes di Gedung A Fakultas Hukum Unila.

Dalam satu lembar naskah soal terbagi atas dua kolom, sisi kiri dan kanan. Cetakan yang kurang sempurna mengakibatkan naskah soal yang terletak pada kolom kedua sulit dibaca, tepatnya penjabaran materi tentang vektor matematika. Masih soal cetakan, kekurangan lainnya terdapat dalam soal di kelompok sains dan teknologi (saintek/IPA) di mana ditemukan kata-kata yang saling tumpang tindih.

“Memang ini bukan faktor dominan, tapi soal yang tidak terbaca ini sangat mengganggu konsentrasi kami dalam menyelesaikan soal. Apalagi soal itu ada di permulaan,” ujar salah satu peserta usai mengikuti ujian TKPA.

Selain itu dari 60 butir soal yang diujikan dalam empat tipe, hampir 60 persen di antaranya menggunakan materi soal yang sama dengan SBMPTN tahun sebelumnya. Materi pada tes tertulis kali ini mencakup contoh-contoh soal uji coba SBMPTN maupun SNMPTN yang diberikan beberapa lembaga bimbingan belajar (bimbel). Tipe soal yang banyak ditemui kemiripannya ada pada materi Matematika, Fisika, dan Kimia.

Koordinator Bidang Humas Panitia Lokal (Panlok) 27 SBMPTN Unila Muhammad Komarudin, S.T.,M.T., membenarkan adanya ketidaksempurnaan naskah soal tersebut. Menurut dia, salah satu penyebab hal itu dapat terjadi adalah dari pihak pusat yang kemungkinan kurang teliti melakukan pengecekan naskah soal saat akan melakukan penyegelan.

Kendati demikian, Kepala UPT Puskom Unila ini menilai beberapa kekurangan lumrah terjadi. Pasalnya proses kerja mesin maupun manusia tetap memiliki margin eror yang tidak dapat dihindari. Untuk mengantisipasi jumlah naskah soal yang kurang hingga cacat, pihak panitia memberikan dua amplop di tiap ruangan dan menurutnya jumlah itu lebih dari cukup. “Sejauh ini tidak ada kendala yang menghawatirkan apalagi sampai mengganggu jalannya tes SBMPTN,” tandas Komar.
Sumber:http://www.unila.ac.id/17775/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *