Dosen PSTI Menjadi Salah Satu Juri Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2018 Yang Diselenggarakan Kemenristekdikti

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) telah melahirkan KRTI (Kontes Robot Terbang Indonesia) yang pertama di tahun 2013 dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai penyelenggara. Seperti yang tercatat dalam sejarah kontes/kompetisi di dunia UAV/UAS di Indonesia dibidani dan dibesarkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 2008 hingga 2011 dengan nama kontesnya IIARC (Indonesian Indoor Aerial Robot Contest). Pada tahun 2012 IIARC berubah menjadi Indonesia Aerial Robot Contest (IARC) yang dilaksanakan outdoor.
Sukses penyelenggaraan KRTI 2013 di Jatinangor oleh ITB, lomba ini dilanjutkan ke kawasan Indonesia Timur oleh DIKTI didtahun 2014 dengan ditunjuknya Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sebagai penyelenggara yang berlokasi di Detasemen TNI-AU Raci Pasuruan.

Tahun 2015 Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat mandat sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan KRTI 2015 yang berlokasi di Lanud Gading Wonosari. Mulai tahun 2016 kegiatan KRTI menjadi agenda tahunan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dan pada tahun 2016 tersebut dilaksanakan di Kotabaru Lampung Selatan oleh Universitas Lampung (UNILA). Pada tahun 2017 lomba ini kembali di laksanakan di Detasemen TNI-AU Raci Pasuruan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Pada tahun 2018 ini, KRTI 2018 akan diselenggarakan di Kota Baru Lampung oleh Universitas Teknokrat Indonesia (UTI). Melalui lomba KRTI ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para generasi muda Indonesia untuk berjuang dan berkarya nyata dalam dunia sistem nir-awak baik di udara maupun di angkasa lepas di masa-masa selanjutnya. (Sumber: Kemenristekdikti).

Pada event KRTI 2018 ini, Dosen PSTI Unila, Mona Arif Muda Batubara, S.T., M.T. diamanahi sebagai salah satu anggota dewan juri oleh Kemenristekdikti bersama dengan beberapa dewan juri lainnya yang berasal dari beberapa kampus terbaik Indonesia, dan expert di bidang teknologi kedirgantaraan.

Screenshot_2018-11-05-21-46-33-471_cn.wps.moffice_eng

Universitas Lampung sendiri mengirimkan 4 tim yang berhasil lolos hingga fase final, yaitu EL GANADOR de URO 001-VR (Divisi Vertical Take-Off And Landing), ARMEN FIRMAN-016 (Divisi Racing Plane), Elite-014 Brotherhood (Divisi Technology Development), Fixed Wing URO 010 (Divisi Fixed Wings). Info selengkapnya kegiatan KRTI 2018 silahkan akses url berikut

http://krti-ristekdikti.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *