Category Archives: Teknologi

22Apr/15

Robot Drone kini Bisa Bekerja Otomatis Berbekal Smartphone sebagai Pusat Operasi

Smartphone kini memang bisa melakukan berbagai hal, terlebih spesifikasi sebuah ponsel pintar kian canggih. Bahkan kini, seorang peneliti dari University of Pennsylvania Amerika Serikat Dr. Kumar berhasil memanfaatkan smartphone untuk membuat sebuah drone bisa berjalan secara otomatis sepenuhnya.

Robot drone tersebut mempunyai bentuk yang sangat sederhana. Terdiri dari sebuah frame, baterai, empat motor serta baling-baling. Sementara itu ponsel yang digunakan sebagai otak dari drone ini adalah Samsung Galaxy yang bisa dijumpai dengan mudah di pasaran. Namun sebagai tambahan, smartphone ini dilengkapi dengan aplikasi khusus yang dikembangkan oleh tim Dr. Kumar bersama dengan Qualcomm.

Keberadaan aplikasi tersebut pun memungkinkan drone ini bisa berjalan secara otomatis berbekal ponsel. Aplikasi tersebut memungkinkan sensor serta kamera pada smartphone dipakai untuk memperhitungkan penerbangan drone tersebut. Gambar dari kamera pun bisa dianalisis dalam waktu cepat, sekitar 200 gambar per detik dan selanjutnya informasi tersebut diolah untuk selanjutnya dipakai untuk mengontrol empat motor pada drone.

via Geek

 

Sumber: http://www.beritateknologi.com/robot-drone-kini-bisa-bekerja-otomatis-berbekal-smartphone-sebagai-pusat-operasi/

22Apr/15

LiteBig Messenger Aplikasi Berkirim Pesan Buatan Anak Negeri

LiteBig Messenger Aplikasi Berkirim Pesan Buatan Anak Negeri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aplikasi berkirim pesan atau yang biasa disebut dengan chatting saat ini sudah cukup banyak dijumpai, mulai dari Blackberry Messenger yang legendaris, Whatsapp yang baru saja di beli oleh Facebook, sampai dengan aplikasi messenger yang memadukan pesan dengan games seperti Line dan Kakao Talk.

Semua itu adalah aplikasi yang dibesut oleh developer dari luar negeri, BBM dari Canada, Whatsapp dari Amerika, Line dari Jepang dan kakao Talk dari Korea.

Tapi kini Indonesia sudah bisa berbangga hati, karena mulai bulan Agustus 2014 lalu, di Google Playstore tersedia aplikasi messenger buatan anak negeri yang diberi nama LiteBig Messenger.

Hingga kini aplikasi yang sudah didownload oleh lebih dari 5.000 pengguna ini berhasil menembus tangga teratas untuk aplikasi baru terfavorit di Google Playstore.

Tesar Sandikapura, CEO sekaligus pendiri dari LiteBig Messenger menjelaskan bahwa niat awal pihaknya membuat aplikasi ini adalah untuk menunjukkan bahwa anak Indonesia juga mampu membuat aplikasi yang berkelas dunia.

“Kita nggak mau Indonesia cuma jadi pasar bagi aplikasi-aplikasi luar negeri, sementara kita sendiri sangat mampu untuk membuat yang lebih baik,” ujarnya, Minggu (12/10/2014).

Aplikasi yang project pembuatannya sudah dimulai sejak akhir tahun 2013 ini diakui Tesar tidak melibatkan banyak orang.

“Total hanya ada tiga developer termasuk saya sendiri dan tiga orang lagi di bagian support untuk membantu di bagian antarmuka, web dan multimedia,” jelas Tesar. (Eko Sutriyanto)

Sumber: http://www.tribunnews.com/iptek/2014/10/13/litebig-messenger-aplikasi-berkirim-pesan-buatan-anak-negeri
22Apr/15

Situs Mobile Friendly kini Lebih Diprioritaskan Google

Bagi para pemilik situs, Google beberapa waktu lalu sudah memberikan pengumuman untuk memberikan tampilan yang ramah kepada para pengguna perangkat mobile. Dan kini, kebijakan tersebut pun sudah mulai mereka berlakukan. Imbasnya, Google kini bakal lebih memprioritaskan situs mobile friendly dalam hasil pencarian di search engine miliknya.

Kebijakan terbaru ini diberlakukan dengan adanya sebuah algoritma baru yang digunakan oleh Google. Dan algoritma baru ini berpengaruh untuk semua pencarian melalui perangkat mobile dan bahasa apapun yang digunakan. Selain itu, penilaian ini juga berdasarkan pada halaman secara individu, bukan website secara keseluruhan.
mobile friendly
Dengan kebijakan baru ini, Google pun bakal lebih memberikan ranking yang lebih tinggi untuk sebuah situs yang mempunyai tampilan mobile dibandingkan dengan situs yang belum mobile friendly. Jadi, untuk situs yang hingga saat ini tak dilengkapi dengan tampilan yang ramah untuk para pengguna perangkat mobile, kemungkinan besar bakal memperoleh penurunan traffic yang cukup drastis.

Namun menurut Google, permasalahan hilangnya traffic akibat tampilan yang tak mobile friendly ini cukup mudah diatasi. Caranya, tinggal membuat situs bisa diakses secara optimal untuk perangkat mobile. Dengan begitu, maka traffic di situs tersebut pun akan kembali normal seperti sedia kala.

via Google

Sumber: http://www.beritateknologi.com/situs-mobile-friendly-kini-lebih-diprioritaskan-google/

24Jun/14

7 Mitos soal Celah Internet “Heartbleed”

Heartbleed.com
Ilustrasi Heartbleed

KOMPAS.com – Celah keamanan paling berbahaya sepanjang sejarah internet, Heartbleed yang mengungkap kerentanan keamanan OpenSSL menyita banyak perhatian para pemerhati dunia keamanan cyber.

Namun, banyaknya pemberitaan tentang bug Heartbleed justru membuat banyak orang bingung memahami apa itu Heartbleed. Berikut adalah kumpulan mitos-mitos keliru yang beredar tentang Heartbleed.

1. Heartbleed adalah virus

Bug OpenSSL ini bukanlah sebuah virus, melainkan celah keamanan. Celah tersebut muncul karena kesalahan penulisan kode dalam protokol enkripsi open-source yang digunakan oleh banyak situs dan server.

OpenSSL berfungsi untuk membantu memastikan komunikasi antar-jaringan terlindungi. Dengan lubang keamanan yang terbuka tersebut, seseorang bisa memantau komunkasi atau login event, serta menarik data.

2. Efek Heartbleed hanya berimbas ke situs web

Meski hanya berimbas ke situs, Heartbleed bisa menggangu kerja server dan router web yang diterobos. Ini karena banyak jumlah data yang bisa dicuri.

Namun, server dan router web tersebut bukan satu-satunya target potensial bug Heartbleed ini. Klien yang berkomunikasi dengan server tersebut, termasuk smartphone, laptop, dan perangkat lain yang terhubung secara online juga berisiko dengan apa yang dinamakan “Reverse Heartbleed,” dimana data yang tersimpan dalam memori perangkat juga bisa dicuri.

“Biasanya di sisi klien, memori dialokasikan untuk proses yang sedang berjalan saja, sehingga semua proses tidak bisa diakses,” ujar David Chartier, CEO perusahaan keamanan internet Finlandia, Codenomicon kepada ReadWrite (14/4/2014).

“Namun, bukan berarti konten e-mail dan dokumen lainnya aman, mereka bisa saja tetap bocor,” imbuh Chartier.

3. Peretas bisa menggunakannya untuk mengonrol smartphone

Berdasar pada semua indikasi yang ada saat ini, seorang peretas tidak bisa mengambil alih kontrol smartphone, mereka hanya bisa mengambil data yang tersimpan dalam memori smartphone yang belum mendapatkan tambalan keamanan.

iPhone dan sebagian besar perangkat Android hingga kini masih kebal terhadap bugHearthbleed ini, dengan pengecualian Android 4.1.1. Namun Google telah mengatakan akan segera merilis tambalan keamanan untuk sistem operasinya tersebut.

BlackBerry sendiri mengatakan bahwa aplikasi BBM untuk Android dan iOS juga terpengaruh oleh bug Heartbleed ini, namun perusahaan Kanada tersebut mengatakan sedang menyiapkan tambalan untuk celah di layanan messenger-nya tersebut.

4. Windows XP rawan Heartbleed karena tak lagi didukung Microsoft

Mitos ini salah. Dukungan Windows XP diakhiri Microsoft saat bug Heartbleed diketemukan. Ini tentu saja membuat kepanikan. Namun, Microsoft menegaskan dalam blog developer-nya bahwa perusahaan asal Redmond, AS tersebut tidak menggunakan OpenSSL.

Windows XP, dan semua versi Windows lainnya, termasuk Windows Phone, menggunakan komponen enkripsi yang dikembangkan Microsoft sendiri, yaitu Secure Channel (atau SChannel), sehingga tidak terkena dampak bug dalam OpenSSL.

5. Semua bank rentan terhadap Heartbleed

Bank dan situs jual beli populer tidak menggunakan protokol enkripsi open-source, sehingga bisa dipastikan situs web mereka tidak terkena imbasnya secara langsung. Walau demikian, bukan berarti data yang tersimpan di dalam bank atau situs jual beli tersebut tetap aman, karena selamanya situs-situs tersebut menjadi sasaran utama para peretas.

6. Situs yang sering diakses tidak berisiko/sudah memiliki tambalan keamanan, jadi saya aman.

Tidak sepenuhnya, karena Heartbleed tidak meninggalkan jejak setelah peretas berhasil mengambil data. Semua data informasi login dan password tetap memiliki risiko. Karena itu segeralah ubah password tersebut begitu website-website tersebut mengeluarkan tambalan keamanan.

7. NSA memanfaatkan Heartbleed sejak lama untuk memata-matai kita

Beredar pemberitaan yang mengatakan bahwa sebenarnya agen intelijen Amerika Serikat, NSA telah mengetahui bug dalam OpenSSL ini, namun memilih untuk diam dan memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan mata-mata.

Namun, NSA membantahnya dan mengatakan bahwa pihaknya tidak menggunakan celah keamanan tersebut, dan mengaku baru mengetahui celah tersebut setelah diumumkan. Namun apakah NSA mengatakan yang sebenarnya atau tidak, tidak ada yang tahu, mengingat bagaimana rekam jejak lembaga pemerintah tersebut selama ini dalam menyembunyikan informasi.

Sumber: Read Write
Editor: Reza Wahyudi
Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2014/04/19/1923045/7.Mitos.soal.Celah.Internet.Heartbleed.