Category Archives: InfoUnila

Info Unila

16Feb/15

Fakultas Teknik Jajaki Kerja Sama dengan Kobe University

(Unila): Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT Unila) kemarin telah menyepakati kerja sama internasional dengan Kobe University, Jepang, dalam hal penerapan tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FT Unila Dr. Eng. Helmy Fitriawan mengatakan, kerja sama ini meliputi pengiriman dosen, pertukaran mahasiswa dan juga penjajakan kolaborasi riset antara kedua belah pihak.

“Kerja sama ini dihadiri dua profesor dari Kobe University yakni Akio Tomiyama dan Matsuto Ogawa. Diharapkan kerja sama itu memberi manfaat bagi visi Fakultas Teknik Unila menjadi sepuluh besar fakultas terbaik di Indonesia,” ujarnya, kemarin.

Selain fakultas teknik, penjajakan kerja sama dengan Jepang dilakukan fakultas pertanian yang melakukan kerja sama dengan International Student Center Universitas Gifu, Jepang. Sebelumnya FP Unila diundang juga telah menjalin kerja sama dengan konsorsium beberapa universitas di bawah koordinasi graduate school of agriculture science dari Universitas Gifu.

“Sebelumnya sudah ada 12 universitas yang tergabung, ditambah anggota baru seperti Unila, lalu beberapa universtas dari Tiongkok,” papar Dekan Fakultas Pertanian Unila Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S., di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, sesama universitas dalam konsorsium Universitas Gifu dapat saling bekerja sama dalam pengembangan kependidikan doktoral (S-3). Dalam kerja sama ini pihak Unila dapat memberikan peluang lanjut studi bagi dosen dan staf ke Jepang atau kampus di berbagai negara yang tergabung dalam konsorsium itu, begitu pula sebaliknya.[]

23Jun/14

Puskom Gelar Pelatihan Digital Repository bagi Karyawan Perpustakaan

(Unila) : Unit Pelaksana Teknis Pusat Komputer Universitas Lampung (UPT Puskom Unila) bekerjasama dengan UPT Perpustakaan menggelar pelatihan Digital Repository bagi para staf UPT Perpustakaan. Pelatihan dipandu langsung Gigih Forda Nama S.T., M.T.I., pengembang program tersebut . Kegiatan ini berlangsung di ruang tes Pusat Layanan Tes Universitas Lampung, Kamis (12/6).

Dalam penjelasannya Gigih menyampaikan, Digital Repository penting diadakan guna mendukung publikasi dan aksesibilitas terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Oleh karena itu diadakan pelatihan singkat yang sistemnya direncanakan reasmi dipakai pada pelaksanaan wisuda periode I, September mendatang.

Selama ini, sambung dia, mahasiswa Unila yang sudah menyelesaikan skripsi menyerahkan hardcopy sebagai bukti fisik di perpustakaan. Namun melalui sistem Digital Repository, mahasiswa tidak lagi diwajibkan mengumpulkan hardcopy melainkan cukup softcopy karya ilmiahnya secara diupload online. Dan ini sudah biasa dilakukan oleh beberapa universitas di Indonesia dan dunia.

“Dalam pelatihan singkat ini, kita akan mencoba mendigitalisasi seluruh konten karya ilmiah yang ada, setelah diunduh oleh mahasiswa,” ujarnya.

Tujuan penyelenggaraan Digital Repository, kata dia, selain mendokumentasikan dengan jelas seluruh karya ilmiah yang ada juga berkaitan dengan akreditasi suatu universitas. Yang salah satu komponen penilaiannya adalah publikasi dan aksesibilitas terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh perguruan tinggi melalui perpustakaan sebagai sarana diseminasi informasi dalam mendukung tri darma perguruan tinggi.

“Perpustakaan sebagai bahan penilaian terbesar dalam akreditasi suatu perguruan tinggi. Karena kelengkapan perpustakaan dinilai sebuah jantung atau cerminan dari suatu universitas,” ujar dosen jurusan Teknik Elekrro Unila ini.

Mekanismenya, urai Gigih, nantinya mahasiswa Unila yang sudah menyelesaikan skripsi datang ke perpustakaan untuk membuat surat pernyataan bebas pustaka. Jika selama ini mahasiswa harus membawa bukti fisik, maka yang akan datang diganti dalam bentuk softcopy/CD. Baru kemudian pihak perpustakaan akan menyatakan bebas pustaka dan memberikan login berikut password kepada mahasiswa tersebut.

Tugas reviewer adalah mengkroscek kelengkapan data yang sudah diunduh mahasiswa agar tidak seluruhnya diakses secara terbuka, kemudian di-publish. Dalam kurun waktu dua hari, hasil unduhan mahasiswa yang sudah diverifikasi dapat dilihat. Saat itu mahasiswa harus datang kembali ke perpustakaan untuk melakukan kontrol. Dan bila dinilai sudah lengkap maka reviewer berhak mencetak nomor registrasi wisuda mahasiswa yang bersangkutan.

Jika dalam satu periode wisuda memiliki kuota 1.100 mahasiswa maka dalam satu tahun minimal akan ada 4.400 record karya ilmiah yang diunduh. “Kita ingin membagi informasi sebesar-besarnya kepada khalayak. Nanti seluruh dokumen yang sudah diunduh akan bisa dibaca langsung secara online karena data sudah dalam bentuk digital. Mereka tidak perlu lagi datang ke perpustakaan,” paparnya.[] Inay

Sumber: http://www.unila.ac.id/17666/

23Jun/14

Butuh Pendekatan Sosio Legal Untuk Pahami Hukum Secara Holistik‏

(Unila) : Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKPHAM) Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) bekerja sama dengan Asosiasi Filsafat Hukum Indonesia (AFHI) dan Epistema Institute menggelar Pelatihan Metodologi Sosio-Legal. Kegiatan berlangsung mulai 13-14 Juni lalu di Fakultas Hukum Unila.

Pegiat PKKPHAM Fathoni menjelaskan, pelatihan sosio legal ini digelar untuk mengembangkan studi ilmu hukum yang ada. Pihaknya menghadirkan Prof. B. Arief Sidharta, Dr. Widodo Dwi Putro, Dr. Myrna Safitri, Dr. HS. Tisnanta, dan Herlambang Perdana yang notabene merupakan narasumber kompeten di ranah kajian sosio legal. Kegiatan diikuti berbagai kalangan. Mulai dari akademisi, praktisi, pengacara, staf ombudsman, hakim, dan mahasiswa.

Menurut Fathoni, sosio legal merupakan pendekatan penelitian ilmu hukum yang menggunakan bantuan ilmu-ilmu sosial. Karena berasal dari interdisiplin ilmu, kajian sosio legal kini menjadi tren di kalangan para penstudi ilmu hukum.

Metodologinya sendiri dilakukan dengan cara mengaplikasikan perspektif keilmuan sosial terhadap studi hukum. Termasuk di antaranya sosiologi hukum, antropologi hukum, sejarah hukum, psikologi dan hukum, studi ilmu politik peradilan, ilmu perbandingan, serta keilmuan lain. Yakni dengan cara mengupas dan menuntaskan terlebih dahulu soal kerangka normatif suatu masalah.

Lewat pelatihan ini diharapakan para penstudi hukum dapat terus mengembangkan pengetahuan dan kapasitasnya untuk dapat menjawab berbagai perkembangan dan problematika hukum di masyarakat. Seperti yang dipaparkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Herlambang Perdana.

Ia menjelaskan, pendekatan hukum yang cenderung normatif ternyata tidak cukup untuk memahami dan menjawab persoalan-persoalan hukum yang terus berkembang di masyarakat.

Kebebasan pers misalnya yang sering dikatakan telah berkembang baik di Indonesia. Jika dilacak secara jujur dari sejarah dan perkembangannya, ternyata belum sepenuhnya memberikan jaminan terhadap kebebasan pers di Indonesia. Tak heran jika kasus-kasus kekerasan dan krimialisasi pers masih acap terjadi. “Oleh karenanya kita membutuhkan pendekatan sosio legal untuk bisa memahami hukum secara lebih holistik,” ujarnya.

Ketua Asosisasi Filsafat Hukum Indonesia Prof. B. Arief Sidharta menambahkan, ilmu hukum adalah multidisiplin, sehingga ilmu hukum harus terbuka dan mengakomodasi ilmu-ilmu kemanusiaan lainnya yang notabene hukum sebagai objeknya. “Ilmu hukum secara langsung terarah untuk menawarkan alternatif penyelesaian yuridik terhadap masalah hukum konkret,” pungkas Arief.[] Inay

Sumber: http://www.unila.ac.id/butuh-pendekatan-sosio-legal-untuk-pahami-hukum-secara-holistik%e2%80%8f/