Butuh Pendekatan Sosio Legal Untuk Pahami Hukum Secara Holistik‏

(Unila) : Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKPHAM) Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) bekerja sama dengan Asosiasi Filsafat Hukum Indonesia (AFHI) dan Epistema Institute menggelar Pelatihan Metodologi Sosio-Legal. Kegiatan berlangsung mulai 13-14 Juni lalu di Fakultas Hukum Unila.

Pegiat PKKPHAM Fathoni menjelaskan, pelatihan sosio legal ini digelar untuk mengembangkan studi ilmu hukum yang ada. Pihaknya menghadirkan Prof. B. Arief Sidharta, Dr. Widodo Dwi Putro, Dr. Myrna Safitri, Dr. HS. Tisnanta, dan Herlambang Perdana yang notabene merupakan narasumber kompeten di ranah kajian sosio legal. Kegiatan diikuti berbagai kalangan. Mulai dari akademisi, praktisi, pengacara, staf ombudsman, hakim, dan mahasiswa.

Menurut Fathoni, sosio legal merupakan pendekatan penelitian ilmu hukum yang menggunakan bantuan ilmu-ilmu sosial. Karena berasal dari interdisiplin ilmu, kajian sosio legal kini menjadi tren di kalangan para penstudi ilmu hukum.

Metodologinya sendiri dilakukan dengan cara mengaplikasikan perspektif keilmuan sosial terhadap studi hukum. Termasuk di antaranya sosiologi hukum, antropologi hukum, sejarah hukum, psikologi dan hukum, studi ilmu politik peradilan, ilmu perbandingan, serta keilmuan lain. Yakni dengan cara mengupas dan menuntaskan terlebih dahulu soal kerangka normatif suatu masalah.

Lewat pelatihan ini diharapakan para penstudi hukum dapat terus mengembangkan pengetahuan dan kapasitasnya untuk dapat menjawab berbagai perkembangan dan problematika hukum di masyarakat. Seperti yang dipaparkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Herlambang Perdana.

Ia menjelaskan, pendekatan hukum yang cenderung normatif ternyata tidak cukup untuk memahami dan menjawab persoalan-persoalan hukum yang terus berkembang di masyarakat.

Kebebasan pers misalnya yang sering dikatakan telah berkembang baik di Indonesia. Jika dilacak secara jujur dari sejarah dan perkembangannya, ternyata belum sepenuhnya memberikan jaminan terhadap kebebasan pers di Indonesia. Tak heran jika kasus-kasus kekerasan dan krimialisasi pers masih acap terjadi. “Oleh karenanya kita membutuhkan pendekatan sosio legal untuk bisa memahami hukum secara lebih holistik,” ujarnya.

Ketua Asosisasi Filsafat Hukum Indonesia Prof. B. Arief Sidharta menambahkan, ilmu hukum adalah multidisiplin, sehingga ilmu hukum harus terbuka dan mengakomodasi ilmu-ilmu kemanusiaan lainnya yang notabene hukum sebagai objeknya. “Ilmu hukum secara langsung terarah untuk menawarkan alternatif penyelesaian yuridik terhadap masalah hukum konkret,” pungkas Arief.[] Inay

Sumber: http://www.unila.ac.id/butuh-pendekatan-sosio-legal-untuk-pahami-hukum-secara-holistik%e2%80%8f/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *